Mengirim uang ke China menjadi kebutuhan penting bagi banyak pelaku bisnis dan individu. Baik untuk pembayaran supplier, ecommerce, maupun biaya pendidikan, kecepatan dan biaya transfer menjadi faktor utama yang diperhatikan.
Karena itu, artikel ini akan membahas 5 cara kirim uang ke China yang paling murah, cepat, dan aman di tahun 2026. Selain itu, saya juga akan memberikan tips supaya Anda bisa memilih metode yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.
1. Transfer Melalui Bank dengan Kurs Kompetitif
Bank masih menjadi pilihan banyak orang untuk kirim uang ke China. Bahkan, bank menawarkan keamanan dan legalitas yang tinggi. Namun, selain itu, banyak bank kini mengoptimalkan layanan agar biaya dan waktu kirim menjadi lebih efisien.
Kelebihan:
- Aman dan legal
- Bisa langsung ke rekening bank China
- Proses pelaporan mudah
Kekurangan:
- Biaya mungkin lebih tinggi daripada alternatif non-bank
- Proses bisa memakan waktu 2–5 hari kerja
💡 Tips: Pastikan kurs dan biaya transfer yang dikenakan bank tetap kompetitif, serta siapkan dokumen pendukung seperti invoice atau kontrak agar proses tidak tertunda.
2. Layanan Valas Online yang Lebih Murah
Cara kedua adalah menggunakan layanan valas online yang kini semakin populer. Layanan ini bisa membantu kirim uang ke China dengan biaya lebih murah, proses lebih cepat, dan persyaratan yang lebih ringan dibanding bank konvensional.
Selain itu, layanan valas biasanya menawarkan kurs yang lebih transparan dan biaya yang jelas sejak awal. Dengan demikian, tidak akan ada biaya tersembunyi yang membebani pengirim.
Kelebihan:
- Biaya transfer sering lebih rendah
- Proses cepat (1–2 hari kerja)
- Kurs lebih bersaing
Kekurangan:
- Perlu login/pembuatan akun di platform valas
💡 Contoh penggunaan: Untuk pembayaran supplier atau pengiriman dana bisnis secara rutin, metode ini sering jadi solusi paling efisien.
3. Transfer Lewat Layanan Remittance
Metode ini kini banyak dipilih oleh pelaku bisnis impor dari Indonesia. Selain murah, layanan remittance juga sering menawarkan proses yang jauh lebih cepat daripada bank.
Anda cukup transfer dalam rupiah ke penyedia jasa, lalu layanan tersebut meneruskan dana dalam RMB atau mata uang lain langsung ke rekening atau e-wallet penerima di China.
Kelebihan:
- Proses cepat (jam–hari)
- Tidak perlu rekening bank China
- Cocok untuk kebutuhan ecommerce atau supplier
Kekurangan:
- Perlu kepercayaan pada penyedia jasa
- Perlu memahami syarat & ketentuan layanan
💡 Tips: Pilih penyedia jasa remittance yang punya reputasi dan transparansi biaya agar transfer berjalan lancar.
4. Pembayaran Langsung via E-Wallet China (Seperti Alipay)
E-wallet seperti Alipay menjadi metode pembayaran favorit bagi pebisnis yang sering bertransaksi dengan platform ecommerce China. Anda dapat mengirim uang langsung ke akun Alipay supplier atau partner.
Namun, kendalanya, top up dari luar China sering terbatas oleh sistem Alipay itu sendiri. Meski demikian, banyak layanan pihak ketiga menawarkan opsi top up Alipay tanpa perlu akun lokal China.
Kelebihan:
- Instan dan cepat
- Terintegrasi langsung dengan ecommerce
- Cocok untuk pembayaran supplier kecil–menengah
Kekurangan:
- Limit top up bisa rendah
- Perlu solusi pihak ketiga untuk top up dari Indonesia
💡 Tips: Gunakan metode ini jika pembayaran dilakukan sering dan berulang, terutama dalam ecommerce B2B.
5. Transfer Melalui Payment Aggregator Internasional
Beberapa layanan payment aggregator kini mendukung transfer ke China dengan biaya ringan dan proses cepat. Layanan ini bekerja mirip dengan remittance, namun fokusnya tidak hanya negara tertentu, sehingga cocok juga untuk transaksi multi-negara.
Kelebihan:
- Biaya kompetitif
- Proses cepat
- Cocok untuk perusahaan dengan transaksi internasional tinggi
Kekurangan:
- Beberapa aggregator mengenakan biaya tambahan pada kurs
- Tidak semua aggregator mendukung e-wallet China
💡 Tips: Periksa dukungan mata uang (misalnya CNY/RMB) sebelum menggunakan layanan ini.
Tips Memilih Metode yang Tepat
Selain mengetahui 5 cara di atas, Anda juga perlu mempertimbangkan beberapa hal berikut:
- Tujuan transfer: apakah ke rekening bank atau e-wallet di China?
- Jumlah uang: nominal besar biasanya lebih cocok lewat valas atau remittance
- Waktu: apakah perlu cepat (instan/jam) atau bisa beberapa hari?
- Biaya total: jangan lupa menghitung kurs + biaya admin
Dengan memperhatikan hal-hal di atas, Anda bisa memilih metode transfer yang paling efisien dan aman.
Mengirim uang ke China di tahun 2026 bisa dilakukan dengan berbagai cara. Jika Anda mengutamakan biaya murah, proses cepat, serta fleksibilitas pembayaran supplier, maka layanan valas online atau remittance sering menjadi pilihan terbaik.
Namun pada akhirnya, pilihan metode transfer tergantung pada kebutuhan bisnis Anda. Karena itu, pastikan Anda memilih layanan yang aman, tepat waktu, dan transparan dalam biaya.
Semoga panduan ini membantu Anda menentukan cara terbaik untuk kirim uang ke China di tahun 2026!
